Fatherman : Peran Penting Ayah Bagi Keluarga

Guru Blogger Medan | Susanto Madani
“Anak tidak membutuhkan Ayah sempurna. Anak membutuhkan Ayah yang senantiasa meningkatkan kualitas dirinya. Selamat datang di dunia Fatherman”

Kata-kata tersebut merupakan kata pertama yang akan didapatkan kalau teman-teman membuka buku Fatherman karya Ust. Bendri Jaisyurrahman. Jleb banget pastinya. Selain kata-kata tersebut, masih banyak sindiran yang asli ngena banget bagi kita semua, terutama para ayah.

Singkat cerita, pertama kali saya ditawari untuk membeli buku terbaru Ustadz Bendri yang baru terbit dari rekan kerja saya, judulnya fatherman. Mendengar penulis dan judulnya. Saya langsung mengiyakan tanpa tanya harga, karena menurut saya ilmu itu sangat penting apalagi terkait pengasuhan yang saya sadari saya masih sangat awam dan masih berjibaku untuk terus menambah ilmunya dari berbagai lini. Akhirnya, buku ini mendarat di tangan meskipun diketahui belakangan harganya cukup lumayan. Tapi harga tentunya sangatlah tidak sebanding dengan manfaat dan hikmah yang terkandung dalamnya. Asli gak ada apa-apanya. Terlebih dengan bahasanya yang gurih dan renyah disertai cucuran ilmu yang berlimpah ruah.

Sudah menjadi kebiasaan, kalau saya baca buku pasti selalu buka random dan jelajahi isinya secara singkat. Dari buku ini, penjelajahan saya sering terhenti pada islutrasi yang sangat kece disertai dengan kumpulan quote pada beberapa halaman buku.

Dari membaca buku ini, semakin menguatkan saya pribadi dan tentunya kita semua kalau kita para ayah mempunyai tugas dan tanggungjawab yang tidak main-main. Harus terarah dan gak cuma untuk urusan dunia, tetapi juga untuk akhirat sebagai  kehidupan kekal kita kelak.

Sebagai seorang ayah, maka kita bukanlah sembarang lelaki. Karena lelaki sejati diukur dari sikapnya. Bukan sekadar postur tubuhnya.Meskipun perut buncit, tapi kita bertanggungjawab mencari duit. Meski lengan gak segede Ade Ray tapi selalu siap saat diminta untuk menggendong anak dan mengatakan Okay.

Kemudian, lelaki sejati itu saat menikah sudah menyadari kalau sudah bisa menggauli istri, maka harus bisa juga mengurus berbagai seisi rumah dan keluarga.Terlebih anak yang dinasabkan ke ayahnya. Karena di akhirat kelak, ternyata kita para ayah yang akan ditanya. So persiapkan diri kita.

lelaki sejati itu adalah Al qowwam, fitrah yang dipersiapkan bagi kita selaku untuk Kaum Adam. Sejak lahir bahkan sudah siap mengatur alam. Alam aja kita kelola apalagi keluarga? Jadi kalau direpotin sama anak istri dengan banyak tuntutan. kita woles aja, namaya juga lelaki.

Guru Blogger Medan | Susanto Madani : Buku fatherman

Itulah kenapa kalau punya anak jangan langsung bangga dan lantas mengaku-ngaku diri sudah menjadi ayah, Ini sama bodohnya dengan orang yang punya bola terus ngaku-ngaku pemain bola. Untuk bisa menjadi ayah, maka harus sudah siap menerima konsekuensinya, yakni siap mengasuh anak dan keluarga bersama istri tercinta.

Guru Blogger Medan | Susanto Madani Buku fatherman

begitulah, sedikit cuilan-cuilan renyah dari buku Fatherman. Bahasanya Jleb dan ngenak banget.  Ringkasnya, buku dengan tebal 205 halaman ini berisi ajakan bagi kita para lelaki untuk menjadi ayah beneran dan menjadi superhero bagi anak-anak dan keluarga kita. Superhero yang kehebatannya melebihi superman, spiderman, salesman, ataupun hanoman.Tak perlu kesambar petir atau digigit laba-laba untuk menjadi pahlawan baru tersebut. Kalau kita lelaki dewasa maka kita bisa menjadi fatherman dengan syarat siap lahir batin.

Guru Blogger Medan | Susanto Madani : Buku fatherman

Selain itu, kita ternyata sudah punya kekuatan dasar, yakni kostum peran yang setiap saat bisa kita pakai dan mainkan. Dengan kostum-kostum ini fatherman bisa mendidik anak-anak agar bisa menjadi generasi yang tangguh, serta bisa menjadi senjata untuk menyelamatkan generasi bangsa dari menghadapi tekanan zaman, baik itu game online, pornografi hingga narkoba. Adapun kostum peran yang dimaksud adalah :

1. Kostum konselor
2. Kostum guru
3. Kostum pengasuh
4. Kostum motivator
5. Kostum Entertainer
6. Kostum distributor dan promotor
7. Kostum donor /donatur

Nah, bagaimana seharusnya sang fatherman bisa berganti kostum dan memainkan perannya dengan maksimal? teman-teman bisa baca langsung dari Buku Ustadz Bendri ya.

Oia, bocoran dikit, agar peran kita sebagai fatherman bisa sukses. Ada pantangan yang harus dijauhi. yakni hp/gadget. Mulai sekarang azamkan diri untuk membagi waktu dalam memgang hp. jangan sampai sang fatherman malah tertunduk tak berdaya di layar hapenya sambil cengengesan semantara sang anak sedang sedih dan butuh hiburan. bayangkan betapa terlukanya anak-anak kita. Di saat ia sedih, sang superhero malah tertawa di atas penderitaan mereka.

Akhirnya, selamat menyelami ilmu bagi kita semua yang mengaku para ayah. Saya bukanlah sales dari buku ini. tetapi buku ini memang bagus dan sangat aplikatif untuk kita baca dan terapkan. Maka, saya sangat merekomendasikan buku ini untuk dibaca. Jika kamu perempuan dan sudah memiliki suami berikanlah buku ini untuk suamimu dan suruh ia untuk membaca dan menceritakan isinya kepadamu. Jika kamu perempuan dan belum memiliki suami maka menikahlah agar memiliki suami. eh, maksud saya berikanlah buku ini kepada calon suamimu agar engkau bisa dimudahkan nantinya dan agar paradigma dan pemikirannya sudah terbagun sejak dini. ia bisa menjadi fatherman dan superher yang benar-benar dirindukan oleh keluarga dan anak-anakmu kelak.

4 komentar:

  1. Keren ini bang, bacaan yang recommended terutama untuk yg belum meinikah juga ��

    BalasHapus
  2. wah, mau dong ulasan beginian lagi, jadi membuka wawasan tentang dunia superdad yang mengganti kostum untuk mendukung anaknya tumbuh kembang

    BalasHapus
  3. jadi pengen bacanya, cuma untuk kakak rekomended gak ya :D

    BalasHapus
  4. Boomark keknya aku perlu saat udh punya istri dan anak nnti...

    BalasHapus

Pages