5 Alasan Kenapa Harus Menjadi Guru Blogger

Guru Blogger | Mas Santo
Susantomadani.com | Guru Blogger- 5 Alasan Kenapa Harus Menjadi Guru Blogger
Susantomadani.com | Guru Blogger
Pada masa sekarang, menjadi seorang guru dituntut untuk aktif mendididk tidak hanya didalam kelas, tetapi juga harus bisa mendidik bahkan menginspirasi dari luar kelas. Semakin pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi tentnunya harus bisa dimanfaatkan para guru untuk terus meningkatkan kompetensinya. Guru harus ikut ambil bagian, menjadi guru pembelajar yang aktif dengan melek TIK dan terbebas dari belenggu ‘gaptek’ (gagap teknologi).

Hal tersebut diperlukan karena menjadi guru adalah amanah untuk mendidik dan mencerdaskan generasi bangsa, terkhusus membekali dan membentengi para siswa dari berbagai akibat buruk teknlogi yang rentan terjadi pada abad ini.

Salah satu hal yang dapat dilakukan oleh bapak ibu guru adalah dengan memanfaatkan media blog untuk bisa menjadi seorang guru blogger. Terdapat 5 alasan yang akan saya kemukakan, kenapa bapak/ibu guru harus menjadi seorang guru blogger, berikut ulasannya

1. Menciptakan Konten Positif di Dunia Maya

Dengan menjadi seorang guru blogger, maka bapak ibu guru turut berpartisipasi dalam menciptakan konten positif yang beredar di dunia maya. Sudah menjadi rahasia umum, saat ini kondisi dunia maya sangat mengkhawatirkan keberadaanya, banyak konten negatif beredar dan siap memangsa para anak didik kita.

Sebagai bukti, coba bapak ibu ketikkan kata kunci Anak SMA di mesin pencari (google). Awalnya, saya hanya berniat untuk melihat hal postif apa yang ditunjukkan oleh anak-anak SMA kita, namun sayangnya bukan prestasi ( hal positif yang ditampilkan) tetapi malah sebaliknya. Begitu juga apabila kita mengetikkan kata kunci anak SMP dan anak SD, maka hal yang sama juga akan terjadi. 

Tampilan Jika kita mengetik kata kunci "Anak SMA" Screenshot diambil 29 Oktober 2016.
(Sewaktu waktu tampilan di Google bisa saja berubah)

Tampilan jika mengetik kata kunci anak SMP

Tampilan jika mengetik kata kunci anak SD

Sungguh sangat mengerikan. Padahal, tidak ada yang salah dengan kata kunci anak SMA, anak SMP bahkan anak SD. Tetapi, karena banyaknya ekspos dan pemberitaan negatif tentang kata kunci anak SMA, anak SMP dan anak SD, maka kata-kata kunci tersebut seakan terkumpul dan terangkai dengan hal negatif yang menyeratainya.

Padahal,saya meyakini bahwa sebenarnya sangat banyak prestasi, penghargaan dan hal baik lainnya yang disandang oleh siswa siswi kita, baik itu anak SMA, anak SMP maupun anak SD. Tetapi, karena kita sebagai guru tidak mengekspos prestasi dan penghargaan mereka,maka kita terkalahkan oleh konten negatif yang beredar di dunia maya.

Selain itu, fakta juga menunjukkan, jika keberadaan akses neegatif  pornografi sudah sangat mengkhawatirkan sekali keberadaanya, untuk lebih jelasnya bapak ibu bisa melihat tampilan gambar grafis tentang fakta fornografi di Internet Indonesia berikut :

Fakta Pornografi di Internet Indonesia

Sumber gambar : Pojoksatu.id

Sangat mengerikan sekali bukan Pak/Bu. Oleh karena itu, dengan kapasitas, kemampuan dan latar belakang yang bapak-ibu guru miliki. Maka sudah selayaknyalah kita turut andil dalam menciptakan dan menyebarkan virus kebaikan, terutama untuk menandingi keberadaan konten negatif yang keberadaanya sudah sangat luar biasa di dunia maya.


2. Berbagi Pengalaman

Saat saya berada di sekolah dulu, bapak ibu guru saya pernah mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang paling berharga. Peribahasa tersebut tentu muncul bukan tanpa sebab, namun karena sudah mendapat pengakuan secara turun temurun dan sudah dibuktikan keabsahannya. Sehingga, dari pengalaman kita bisa senantiasa belajar, berintrospeksi untuk menjadi orang yang lebih bermanfaat lagi.

Dalam hal ini, bapak ibu sebagai seorang guru pasti mempunyai pengalaman yang berbeda satu sama lainnya. Saya yakin, pengalaman bapak ibu guru akan sangat bermanfaat jika di tuliskan di Blog sehingga bisa dibaca oleh semua orang. Terlebih lagi, jika pengalaman tersebut bisa menginspirasi dan menggerakkan hati seseorang untuk turut bertindak dan beraksi nyata.

Karena sejatinya, seorang guru adalah pahlawan dengan berbagai pengalamannya, yakni pahlawan yang mencerdaskan para generasi bangsa di setiap detik waktunya. Maka pengalaman bapak ibu guru sudah selayaknya dibagikan untuk menginspirasi anak negeri , ketimbang hanya disimpan dan dinikmati sendiri.

3. Kekinian dan Membantu Orang Lain

Dengan menjadi seorang guru blogger, berarti bapak-ibu guru termasuk ke dalam guru kekinian yang bisa memanfaatkan teknologi untuk kebaikan. Dengan blog yang dimiliki, bapak ibu bisa menciptakan pembelajaran, tidak hanya untuk anak didik di kelas. Tetapi bahkan di luar kelas yang cakupannya sangat luas. 

Sebagai contoh, bapak ibu adalah seorang guru pelajaran biologi, suatu hari bapak ibu menulis tentang salah satu tema yang ada di pelajaran biologi. Saya misalkan tentang tema “Kegunaan Akar Pada Tumbuhan”. Dengan tulisan yang bapak ibu buat dan di posting di blog, maka secara tak langsung bapak ibu guru turut menjadi guru yang bersumbangsih terhadap referensi keilmuan dan konten positif yang ada di dunia maya.

Jadi seandainya ada seorang anak dari luar daerah bapak ibu guru (Misal asalnya dari provinsi Maluku) yang sedang mencari tugas sekolah, kemudian ia pergi ke warnet dan mengetikkan kata "Kegunaan Akar Pada Tumbuhan" di Google dan tertuju kepada blog bapak ibu, maka apa yang bapak ibu guru rasakan? Tentu sangat bahagia bukan, karena ternyata tulisan kita bisa bermanfaat bagi orang lain, terlebih bermanfaat bukan hanya bagi orang di sekitar kita, tetapi bermanfaat bagi orang banyak.

Selain itu, bapak ibu guru juga bisa menambahkan konten-konten positif lainnya, seperti tips, tutorial,gambar, video dan berbagai konten-konten positif yang dapat bermanfaat bagi para pembaca.


4. Kemampuan dan Keterampilan Akan Bertambah 

Secara sederhana, jika bapak ibu guru memilki blog, maka kemampuan menulis bapak ibu guru akan meningkat secara perlahan. Tak hanya itu, keterampilan dan komunikasi bapak ibu guru juga akan bertambah. Hal tersebut merupakan hal yang wajar, karena ketika hendak menulis, tentu bapak ibu guru harus banyak membaca. Dengan membaca, maka akan banyak pula hal baru yang bisa ditemukan, sehingga bisa menjadi bahan dan tema tulisan.

Maka tak heran, kalau Imam Syafii pernah berkata “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya”. Karena dengan kita menulis, maka kita sudah pasti membaca, dengan menulis, maka tiap kalimat, kata, bahkan huruf sudah terpatri ke alam bawah sadar kita. Sehingga kita akan lebih mudah mengingat setiap ilmu yang telah kita tuliskan.

Tak heran pula, kalau para ilmuwan pada zaman dahulu selalu menelurkan karya tulis yang sangat banyak jumlahnya disertai dengan kehebatan karya-karya moneumentalnya. Karena meraka lah, kita bisa merasakan hidup dengan berbagai kemudahan pada zaman sekarang. Oleh karena itu, jangan ragu untuk menulis, menulis dan terus menulis. 

5. Wadah Silaturrahim
Menjadi seorang guru blogger, maka bapak ibu guru akan mempunyai banyak teman baru yang tidak dikenal sebelumnya. Terlebih jika konten yang bapak ibu miliki dirasa sangat banyak membantu. Maka akan ada komentar yang biasa ditinggalkan sebagai ucapan terima kasih karena kebermanfaatan yang bapak ibu guru berikan. 

Tak hanya itu, banyak juga blogger yang akan mengajak sharing dan berdiskusi tentang suatu tema yang bapak ibu tuliskan. Bapak ibu guru juga bisa saling mengunjungi blog (blogwalking) dengan meningglkan pesan. Dengan begitu kedekatan dan silaturrahim akan lebih terasa.

Kemudian, bapak ibu guru juga bisa turut serta bersilaturrahim dan mengkampanyekan berbagai hal positif di dunia maya dengan bergabung ke berbagai komunitas Blog. Tentunya komunitas sesuai dengan minat bapak ibu. Sebagai contoh komunitas sejuta Guru Ngeblog (KSGN) yang anggotanya terdiri dari para guru blogger di seluruh Indonesia. Atau komunitas blogger kedaerahan, Misal karena saya berada di Kota Medan, maka saya ikut dan tergabung dalam komunitas Blogger Medan (Blog M) hal ini bisa bapak dan ibu lakukan untuk terus konsisten ngeblog dengan bersilaturrahim dengan sesama para Blogger.

Akhir kata, Demikianlah 5 alasan mengapa bapak dan ibu guru harus menjadi seorang guru blogger (versi saya) Jika bapak ibu punya alasan lainnya silahkan ditambahkan ya pak/bu. Saya tunggu link tulisan bapak ibu guru di kolom komentar.

Semoga bermanfaat,
salam Guru Blogger

20 komentar:

  1. Keren guru blogger, saatnya posting tulisan positif untuk mwngganti kata kunci negatif .. Semangat!

    BalasHapus
  2. Wah... Saya juga mau jd guru blogger yg menebar manfaat positif bagi semua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk beng, semangat di tunggu aksinya lagi ya

      Hapus
  3. Menjadi guru bloger itu mulia, karena menebar manfaat. Sukses untuk karirnya ya, Santo :).

    mollyta(dot)com

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih Kak Molly, iya, mohon arahannya juga ya kak. Semoga kita hidup senantiasa menebar manfaat

      Hapus
  4. Terima kasih telah berbagi... turut prihatin membaca peristiwa ini... guru memang harus punya Blogger :) karena guru itu cenderung ditiru oleh anak didik nya. Izin Share ya Mas...

    BalasHapus
  5. Terima kasih telah berbagi... turut prihatin membaca peristiwa ini... guru memang harus punya Blogger :) karena guru itu cenderung ditiru oleh anak didik nya. Izin Share ya Mas...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih juga telah menyempatkan waktunya untuk singgah Chusni, silahkan di Share jika bermanfaat

      Hapus
  6. semangat terus pak guru, padahal dulu dulu tuh, grup wrung blogger udah pakai keyword anak sma untuk menggeser pencarian konten negatif di google search termasuk blog saya ada di page 1, tapi sekarang gaa lagi, kalah sama situs lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Sabda, agak miris memang. Kayaknya kita perlu buat lagi hal positif yang pernah dilakukan WEBE dulu, biar konten negatif bisa tersingkirkan..

      Hapus
  7. Balasan
    1. terima kasih kakak, Mohon arahan dan bimbingannya..

      Hapus
  8. Setuju mas santo. Emang kini zamannya para guru ikut andil dalam perang jahiliyah di dunia maya. Seperti aksi WEBE itu. hehehe...
    Salam blogger
    Berharap guru blogger bisa lebih dari sejuta yah hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah berkenan singgah di Blog saya mbak yayu.
      semoga kedepan guru Indonesia melek TIK dan bisa memanfaatkan Blog nya ya mbak.
      lebih dari sejuta bahkan
      :)

      Hapus
  9. Setuju mas santo. Emang kini zamannya para guru ikut andil dalam perang jahiliyah di dunia maya. Seperti aksi WEBE itu. hehehe...
    Salam blogger
    Berharap guru blogger bisa lebih dari sejuta yah hehehe...

    BalasHapus
  10. Lanjutkan suhuuu....
    Ini yang sangat dibutuhkan anak2 jaman sekarang..
    *termasuk saya.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mbak Mifta, Ampuuun mbak, saya masih pemula :) hehe

      Hapus

Pages