Industri Kreatif Medan dan Potensinya


Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)yang telah bergulir sejak awal Januari, Kota Medan dihrapkan mampu mengambil potensi dan peran dalam mengembangkan industri kreatif. Hal tersebut disampaikan Murtopo selaku pengajar Polimedia Negeri Kreatif Medan baru-baru ini.



Menurut Murtopo, Kota Medan sebagai Kota terbesar ke tiga di Indonesia dengan keanekaragaman suku dan budaya dapat menjadi potensi tersendiri untuk mengembangkan industri kreatif, terlebih jika melihat kondisi kekinian Kota Medan yang juga terkenal karena kulinernya.

“Untuk Kota Medan, potensinya sangat besar sekali. Mengingat Kota Medan sebagai kota metropolitan dengan kenekaragaman suku dan budaya yang bisa diangkat. Selain itu,wisata kulinernya juga sangat populer .Hal tersebut merupakan potensi yang sangat besar sekali jika bisa dikelola dan dikemas sebaik mungkin,”jelasnya.

Untuk itu, Ia berharap agar pemerintah Kota Medan mau mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk lebih giat, aktif dan kreatif lagi sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang unggul dan beragam.

Dijelaskan Murtopo, jika Industri kreatif sebenarnya sudah dicanangkan sejak era SBY pada tahun 2007. Dalam wacana tersebut,industri kreatif diproyeksikan sebagai sebuah Industri yang bisa menopang perekonomian negara.

“Berawal dari situ sebenarnya, hingga menjadi titik awal bahwa industri kreatif dijadikan target program. Bahkan, pada kabinet pemerintahan, ada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Hal tersebut menunjukkan salah satu bentuk program dan keseriusan pemerintah, bahwa industri kreatif bisa menjadi penopang perekonomian negara,”jelasnya.

Murtopo menambahkan, untuk saat ini Industri kreatif yang bisa dikembangkan terdiri dari 15 sektor, yakni sektor Periklanan, arsitektur, kesenian, kerajinan, desain, fashion,video (film dan fotografi), game, musik, seni pertunjukan (showbiz), penerbitan dan percetakan, software, broadcasting, riset dan yang terakhir kuliner.

“Pada dasaranya, Industri kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatn SDM dengan kratifitasnya sehingga mampu menghasilkan produk yang memang bisa untuk menjadi tumpuan, khususnya bagi perekonomian,”tegasnya.

Karena itu, secara umum sebenarnya masyarakat Kota Medan bisa ikut berpartisipasi dan mengambil peran dalam industri kreatif. Terlebih dalam bidang budaya, kerajinan dan kuliner yang memang sudah terkenal.
Sementara itu, ditempat terpisah Ahmad Refli Hasibuan selaku pegiat industri kraetif di Kota Medan mengungkapkan, secara umum indsutri kreatif di Medan memang belum sehebat di Pulau jawa. Meskipun begitu, industri ini sangat menguntungkan jika digeluti dengan serius.

Ia juga mengharapkan agar pemerintah lebih perhatian kepada pegiat industri kraetif seperti dirinya.Dengan demikian, maka harapan untuk menjadikan industri kraetif sebagai indsutri unggulan dapat diwujudkan.

“Perhatian pemerintah bisa melalui bantuan secara langsung, pameran dan bazar serta pelatihan-pelatihan. Kami berharap hal tersebut lebih diperbanyak lagi,”ujarnya.

Tak hanya itu, Refli juga berharap agar pemerintah Kota Medan bisa mewadahi dan membantu memasarkan hasil kreatifitas anak-anak muda Medan. Dengan begitu, akan semakin menambah semangat dan keaktifan anak muda untuk berkreasi .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages